FSB Garteks dan HIPPI Sepakat Ajukan Draft Tandingan Omnibus Law

Foto untuk : FSB Garteks dan HIPPI Sepakat Ajukan Draft Tandingan Omnibus Law

Senin (24/2) STIH Painan bekerjasama dengan FSB Garteks (Federasi Serikat Buruh Garmen Tekstil) menggelar seminar "Pro-kontra Omnibus Law" dengan pembicara Saeful Bahri (Ketua HIPPI Banten), Trisnur Priyanto, SH (Sekjend FSB Garteks KSBI) dan Dr. Fatkhul Muin, SH., LLM (Dosen STIH).

"Omnibus Law sendiri merupakan suatu pembelajaran dalam ilmu hukum, dimana program hukum tersebut dilakukan di negara common law seperti Amerika Serikat pada abad ke-17 dan menjadi hal baru di Indonesia". Ujar Dr. Fatkhul Muin, SH., LLM.

Hal tersebut juga mendapatkan tanggapan keras dari Sekjend FSB Garteks Trisnur Priyanto, SH, menurutnya dengan dengan disahkannya Omnibus Law merupakan salah satu kesewenang-wenangan pemerintah atau perusahan yang nanti memiliki dampak buruk bagi kaum buruh. Dalam hal ini Trisnur menyoroti adanya celah ekspoloitasi pekerja dan adanya pemecatan sepihak tanpa pesangon dari perusahaan.

Saeful Bahri dari HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) beranggapan tidak semua pasal-pasal dalam Omnibus Law itu merugikan, hal itu dilihat dari beberapa pasal yang menguntungkan bagi pengusaha kecil dan menengah. Mengenai hal itu HIPPI Banten dan FSB Garteks tertarik untuk mengajukan draft tandingan guna tidak terjadi perselisihan antara pengusaha dan buruh.

Melalui seminar ini STIH Painan berhasil mengedukasi masyarakat tentang produk hukum Omnibus Law, yang diharapkan para peserta seminar dari kaum buruh ikut tertarik dalam mempelajari ilmu hukum lebih luas di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Painan.

IKlan SARJANA
Iklan PASCA SARJANA
Iklan Peradi